Sabtu, 23 Februari 2013

Beberapa Perkembangan Indikator Moneter di Indonesia *First Homework



Mata Kuliah : Ekonomi Uang dan Bank
Dosen            : Ir. Sugiharso Safuan M.E., Ph.D







A.ARINI PUTRI SARI
1206184845









Perkembangan beberapa indikator moneter di Indonesia
1.      Suku Bunga Surat Berharga Bank Indonesia (SBI)
Tahun
Suku Bunga SBI
1998
48,28
1999
23,16
2000
12,55
2001
16,63
2002
14,97
2003
9,94
2004
7,43
2005
9,18
2006
11,83
2007
8,63
2008
9,18
2009
7,29
















 Sumber : Bank Indonesia, data diolah


                Suku bunga di atas adalah diperoleh dari suku bunga SBI per 1 bulan.  Rata-rata suku bunga tertinggi adalah pada tahun 1998, yaitu sebesar 48,28%, bahkan pada bulan tertentu suku bunga SBI ini pernah mencapai 60%. Hal tersebut terjadi karena pada tahun tersebut terjadi krisis ekonomi, sehingga Bank Indonesia meningkatkan suku bunga SBI nya dengan harapan dapat meredam gejolak perekonomian yang terjadi pada saat itu. Namun secara perlahan, pada tahun selanjutnya suku bunga SBI dapat diturunkan pada level yang wajar.

2.      Nilai Tukar Rupiah Indonesia terhadap Dollar Amerika
Tahun
Rupiah
1999
        7.810
2000
        8.396
2001
     10.265
2002
        9.260
2003
        8.570
2004
        8.985
2005
        9.705
2006
        9.200
2007
        9.125
2008
        9.666
2009
2010
2011
2012










               
Sumber : Wikipedia Indonesia


Dari grafik di atas terlihat bahwa perubahan rupiah yang paling signifikan terjadi pada tahun 2001, yaitu terdepresiasi hingga mencapai lebih dari Rp 10.000 per USD. Hal ini dapat disebabkan karena adanya pergantian presiden  Abd. Rahman Wahid ke Megawati Soekarno Putri ditambah lagi kondisi keamanan negara yang tidak stabil pada saat itu.


3.      Perbandingan Pertumbuhan Aggregate Price Level (Inflasi) dengan Money Supply (M2)
Tahun
Growth M2
Inflasi
2001
5,316913601
12,55
2002
7,963711749
10,03
2003
6,423015903
5,06
2004
14,3722069
6,4
2005
5,858159788
17,11
2006
15,46003074
6,6
2007
15,93831809
6,59
2008
16,36627171
11,06
2009
15,88792964
2,78
2010
12,19618106
6,96
2011
15,99592686
3,79
2012
18,38526715
4,3












Sumber : Bank Indonesia, data diolah



Terlihat dari grafik bahwa money growth dari M2 dan inflasi berfluktuasi sepanjang tahun 2001 hingga tahun 2012. Namun fluktuasi dari inflasi selalu mengikuti pola fluktuasi dari money growth M2, hal ini sejalan dengan teori bahwa ketika jumlah uang yang beredar meningkat di masyarakat, maka inflasi juga akan meningkat.
Namun meskipun pola fluktuasi dari inflasi mengikuti pola dari money growth, tetapi peningkatan dari money growth selalu terjadi lebih dulu, baru kemudian inflasi terjadi pada periode selanjutnya. Hal ini terlihat jelas pada periode tahun 2003 hingga tahun 2006. Hal ini menunjukkan bahwa dampak dari kenaikan atau penurunan dari jumlah uang yang beredar tidak terjadi secara bersamaan dengan kenaikan atau penurunan tingkat inflasi, tetapi membutuhkan lag paling tidak selama satu tahun.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar